Follow by Email

Rabu, 24 Agustus 2011

Gizi Pada Ibu Menyusui




BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Nifas merupakan suatu keadaan yang dimulai dari setelah kelahiran placenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas umumnya berlangsung selama 6 minggu akan tetapi seluruh alat genitalia baru akan pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. Untuk menunjang pemulihan alat-alat tersebut maka diperlukan pemenuhan nutrisi dan juga cairan yang dapat membantu mengoptimalkan kerja sel-sel dalam tubuh agar alat-alat tersebut lebih cepat berinvolusi. Diet yang diberikan harus bermutu tinggi dengan cukup kalori mengandung  cukup protein, cairan, serta banyak buah-buahan karena wanita tersebut mengalami hemokonsentrasi dimana pada masa hamil didapat hubungan pendek yang dikenal sebagai Shunt antara sirkulasi ibu dan Placenta.Setelah melahirkan shunt akan hilang dengan tiba-tiba sehingga volume darah pada ibu relatif akan bertambah.
Masa postpartum merupakan masa pemulihan karena merupakan factor penunjang yang utama untuk produksi ASI sehingga apabila kedua hal tersebut tidak terpenuhi akan menghambat produksi ASI sehingga dapat mempengaruhi komposisi serta asupan nutrisi untuk bayi baru lahir.
Periode postpartum adalah waktu penyembuhan dan perubahan, waktu kembali ke keadaan tidak hamil. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum hamil. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas, maka ibu nifas membutuhkan diet yang cukup kalori dan protein, membutuhkan istirahat yang cukup, asupan gizi yang cukup untuk menghasilkan kualitas ASI yang baik, juga untuk menghasilkan kuantitas ASI yang optimal.

Dengan demikian, ibu menyusui memiliki kebutuhan yang banyak akan asupan gizi yang terkandung didalam setiap makanan yang dikonsumsinya dengan memperhatikan kebutuhan yang diperlukan oleh tubuhnya. Pendidikan tentang gizi amat penting diberikan untuk memberikan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahuinya, sehingga dengan demikian pola makannya akan lebih diperhatikan melalui penyusunan menu seimbang yang dianjurkan dalam pemenuhan kecukupan gizinya.
Selain dengan pendidikan, advokasi bisa kita lakukan pada ibu menyusui. Agar terciptanya suatu dorongan yang mendasar akan pentingnya gizi bagi ibu ataupun untuk bayinya. Gizi yang baik dikonsumsi ibu, berpengaruh juga terhadap keadaan bayinya, karna makanan yang dikonsumsi merupakan asupan gizi yang didapat bayi dari ibu. Perbaikan gizi mesti dilakukan, dan itulah tugas seorang bidan yang merupakan cakupan ruang lingkup dari asuhan kebidanan.
Dengan melihat pemaparan diatas, muncullah sebuah keinginan tentang pembuatan makalah mengenai ” Gizi Ibu Menyusui ” yang berisikan tentang status kebutuhan asupan gizi ibu menyusui, pengaruh gizi pada sukses menyusui, dan cara memberikan pendidikan gizi. Selain yang telah dikatakan, makalah ini juga merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Gizi dalam Kesehatan Reproduksi.

B.  RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana Status Kebutuhan Asupan Gizi yang Harus Diperhatikan Untuk Ibu Menyusui?
2.  Apa Pengaruh Status Gizi pada Sukses Menyusui?
3.  Bagaimana Cara Untuk Memberikan Pendidikan Gizi pada Ibu Menyusui ?





C.  TUJUAN MAKALAH
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka makalah ini di tujukan  untuk :
  1. Mahasiswa dapat mengetahui status kebutuhan asupan gizi yang harus diperhatikan untuk ibu menyusui.
  2. Mahasiswa mengetahui pengaruh status gizi Ibu pada kesuksesan pemberian ASI.
  3. Mahasiswa mengetahui cara untuk memberikan pendidikan gizi pada Ibu Menyusui, dan dapat dijadikan acuan dalam promosi asuhan kebidanan.

D.  KEGUNAAN MAKALAH
Makalah ini memiliki kegunaan sebagai media tulisan yang dapat memberikan pengetahuan tambahan secara teoritis yang disajikan secara ringkas dan diharapkan mudah dipahami oleh Mahasiswa, ataupun Dosen yang bersangkutan dalam mata kuliah Gizi dalam Kesehatan Reproduksi.

E.  PROSEDUR MAKALAH
Makalah ini dibuat menggunakan metode kuantitatif, dengan pengolahan datanya menggunakan  metode deskriptif, yang dalam pengambilan datanya  diambil dari berbagai sumber, dengan menggunakan data eksposisi, dan data diimplementasikan dalam pembuatan tema makalah ini.  



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Status Gizi Ibu Menyusui
Status gjzi ibu memberikan peranan yang penting terhadap kuantitas dan kualitas produksai ASI. Misalnya jika ibu kekurangan kalsium akan menyebabkan kebutuhan kalsium bayi diambil dari cabang kalsium pada jaringan ibu. Jika hal ini di biarkan terus berlanjuang mengakibatkan ibu mengalami osteoporosis dan kerusakan gigi.
Kuantitas produksi ASI dipengaruhi oleh keadaan gizi ibu, ibu dengan gizi baik akan memproduksi ASI  sekitar 600 sampai 800 ml pada bulan pertama, sedangkan ibu dengan gizi kurang hanya sekitar 500 sampai 700 ml.
Status gizi ibu menyusui dipengaruhi oleh prinsip, dan faktor yang mesti diperhatikan dalam pemenuhannya.
1.    Prinsip Gizi Bagi Ibu Menyusui
Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu yang sangat di butuhkan oleh tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit bayi, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.
2.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gizi Ibu Menyusui
Faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui adalah :
a.    pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume ASI yang diproduksi/hari
b.    Protein, dengan adanya variasi individu maka dianjurkan penambahan 15-20 gram protein sehari.
c.    Suplementasi, jika makan sehari seimbang, suplementasi tidak  diperlukan kecuali jika kekurangan satu atau lebih zat gizi.
d.   Aktivitas
3.    Pengaruh Status Gizi Bagi Ibu Menyusui
Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 kkal   yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu itu sendiri.
a.    Kebutuhan Zat Gizi Ibu Menyusui
1)   Kalori
Kebutuhan kalori selama menyusui proforsional dengan jumlah ASI yang dihasilkan dan lebih tinggi selama menyusui dibanding selama kehamilan. Rata-rata kandungan kalori ASI yang dihasilkan ibu dengan nutrisi baik adalah 70kal/100ml, dan kira-kira 85kal   diperlukan oleh ibu untuk tiap 100ml yang dihasilkan. Rata-rata ibu menggunakan kira-kira 640kal per hari untuk 6 bulan pertama dan 510 kal per hari selama 6 bulan kedua untuk menghasilkan jumlah susu normal. Rata-rata ibu bharus mengkonsumsi 2300-2700kal ketika menyusui.
2)      Protein
Ibu memerlukan tambahan 20gr diatas kebutuhan normal ketika menyusui. Jumlah ini hanya  16%  dari tambahan  500kal yang dianjurkan.
3)      Cairan
Nutrisi lain yang diperlukan selama laktasi adalah asupan cairan. Dianjkurkan ibu menyusui minum 2-3liter per hari dalam bentuk air putih, susu  dan jus  buah.
4)      Vitamin dan mineral
Kebutuhan vitamin dan minerl selama menyusui lebih tinggi dari pada masa hamil.

Berikut ini adalah tabel kebutuhan gizi ibu menyusui.
Zat Gizi
Wanita Dewasa
Tidak Menyusui
Ibu menyusui
0-6 bulan
7-12 bulan
Energi
2200
+700
+500
Protein (gram)
48
+16
+12
Vitamin A (RE)
500
+350
+300
Vitamin C (mg)
60
+25
+10
Besi (gram)
26
+2
+2
Yodium (ยต)
150
+50
+20
Kalsium (mg)
500
+400
+400

b.    Dampak Kekurangan Gizi Ibu Hamil
Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbuh kembang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena infeksi. Kekurangan zat-zat esensial menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang.

B.  Pengaruh Status  Gizi Ibu pada Sukses Menyusui
Bila kebuhan energi wanita usia reproduksi sebesar 2100 kcal/hari,seorang ibu menyusui memerlukan aiupan rata-rata 2700 kcal dalam kesehariannya.Tambahan sebesar 500 sampai 700 kkal tersebut tak lain di perlukan untuk keperluan Biosintesis ASI. Ekstra energi tersebut pun tidak semuanya harus didapatkan dari intke makanan yang di konsumsi ibu menyusui sehari-hari. 200 kcal ternyata telah tersedia di tubuh ibu berupa cadangan deposit yang telah di bentuk sejak dimulainya prosesnya masa kehamilan. Sisa 300 sampai 500 kcal/harilah yang baru diharapkan di peroleh dati intake makanan keseharian sang ibu. Jadi tidak tepat bila dikatakan seorang ibu menyusui harus makan dengan porsi besar-besaran agar tidak kelaparan dan produksi ASI lancar.
Hubungan antara data antrometri sang ibu menyusui-misalnya Body Mass index (BMI) dengan volume dan energi yang dihasilkan  dari asi juga tidak dapat di buktikan keterkaitannya hingga saat ini. Study-study ilmiah bahkan membuktikan bahwa dengan status gizi ibu yang marginal, kuantitas ASI yang dihasilkan dapat mencukupi kebutuhan sang bayi.
Data antropometri sendiri misalnya BMI, biasa yang akan berpengaruh terhadap berat badan bayi yang akan dilahirkan, namun tidak ada kaitannya dengn produksi asi.karenanya ibu menyusui yang kurus, normal ataupun overweight  sebenarnya tidk perlu menghawatirkan volume produksi ASI yang dihasilkan dengan bekal keyakinan produksi ASI akan mencukupi si kecil dan seringnya insentitas si kecil menyusu pada ibu, maka akan di jamin produksi ASI akan sesuai dengan kebutuhan sang buah hati.
Saat menyusui minuman keras sebisa mungkin dihindari. Selain itu meroko selama menyusui dapat membahayakan bayi dan mengurangi produksi susu. Penggunaan  pil KB selama menyusui harus dihindari sebab dampak jangka panjang hormon dalam pil masih belum diketahui. Pil KB juga di ketahui mengurangi produksi susu. Namun, pil POP(Progesteron onli pil/low- dose) tidak mempengaruhi produksi susu, dan pada kasus khusus pil ini boleh digunakan(misalnya pada kasus ibu diabetes yang tidak boleh hamil). Namun, kebanyakan wanita sebaiknyamenggunakan metode Hb alami, kondom, atau IUD dari pada menggunakan KB hormonal.

C.  Pendidikan Gizi Ibu Menyusui
Dalam melaksanaan asuhan kebidanan, bidan juga bisa melakukan sebuah promosi mengenai cara pendidikan dalam pemberian gizi pada ibu menyusui. Pendidikan tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan cara-cara sebagai berikut :
1.    Buatlah setiap gigitan berarti, makan makanan yang bermanfaat untuk menghasilkan susu yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan mempercepat kondisi setelah melahirkan.
2.      Semua kalori tidak diciptakan setara, memilih makanan yang mengandung kalori sesuai dengan kebutuhan.
3.      Jika bayi kelaparan, maka bayi juga jangan melewatkan makan jika saat menyusui karen adapat memperpendek umur dan daya hidup.
4.      Jadilah ahli efisiensi
Memilih makanan yang bergizi tidak harus mahal , yang terpenting sesuai dengan kebutuhan nutrisi selama laktasi.
5.      Karbohidrat adalah isu komplek
Karbohidrat komplek kaya akan vitamin dan mineral, sehingga menghasilkan air susu yang baik dan cukup.
6.      Yang manis tidak ada manfaatnya, bahkan menimbulkan masalah
Kalori yang berasal dari gula kurang bermanfaat, konsumsi makanan yang manis dikurangi.
7.      Makanlah makanan yang alami
Makanan olahan biasanya banyak kehilangan nilai gizinya sehingga akan mengurangi nilai gizi air susu.
8.      Buatlah kebiasaan makan yang baik sebagai kebiasaan keluarga, hal ini akan bermanfaat untuk kesehatan keluarga.
ASI menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya pada awal-awal kehidupan (0-6 bulan dianjurkan ASI eksklusif).
Ibu menyusui sangat penting untuk mengkonsumsi bervariasi makanan termasuk :
·      Buah-buahan dan sayuran (dapat juga dibuat dalam bentuk jus), merupakan makanan yang kaya serat. Umumnya ibu setelah melahirkan akan mengalami konstipasi (susah BAB) yang kadang dapat disertai nyeri. Makanan bersert dapat mengurangi keluhan ini.
·      Makanan yang mengandung koarbohidrat seperti nasi, roti, kentang sebagai sumber energi
·      Sumber protein seperti daging, dan ayam, telur, sebaiknya mengurangi ikan.
·      Makanan tambahan seperti susu, keju, suplement calsium
Makan ikan baik untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi, tetapi dianjurkan untuk tidak lebih dari dua porsi dalam seminggu. Ini disebabkan zat-zat polutan yang ada pada ikan dapat ikut melalui ASI dan dapat membahayakan bayi.
Selain dari pendidikan diatas, ada juga tips yang dapat diberikan pada ibu menyusui dalam pemerhatian gizinya.
Tips Gizi Ibu Menyusui, diantaranya :
1)   Macronutrients
Saat menyusui disarankan mengkonsumsi protein (terutama ikan), asam lemak esensial, dan karbohidrat lebih banyak dibanding ketika tidak pad masa menyusui.
2)   Kalsium
Kekurangan kalsium pada saat menyusui dapat mangakibatkan osteoporosis. Sumber kalsium yang baik  bisa diperoleh dari susu kedelai, semua jenis sayuran daun yang berwarna hijau, ikan laut.
3)   Zinc
Masa menyusui membutuhkan asupan zat seng lebih banyak. Zat mineral ini dapat dip[enuhi dari sumber pangan hewani.
4)   Vitamin B (asam folat, B6, B12).
Pastikan daging ikan, ayam, daging merah, telur, dan berbagai produk susu, polong-polongan, dan biji-bijian masuk ke dalam daftar menu ibu menyusui.
5)   Vitamin D
Berjemur dibawah sinar matahari sangat baik untuk merangsang produk susu ibu.
Dengan pemaparan-pemaparan diatas, ibu menyusui diharapkan agar dapat menyusun menu untuk memnuhi kebutuhan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh ibu. Dalam menyusun menu makanannya, ibu menyusui dapat memperhatikan dalam penyusunannya.
Menyusun Menu untuk ibu menyusui, makanan sehari-hari yang dikonsumsi oleh ibu menyusui harus memenuhi syarat menu seimbang sesuai dengan kebutuhan gizi ibu.
Dalam menyusun hidangan untuk ibu menyusui perlu diperhatikan hal berikut ini:
1)        Gunakan bahan makanan yang  beraneka ragam
2)        Makanan mudah dicerna
3)        Bumbu tidak terlalu merangsang
4)        Porsi kecil tapi sering
5)        Cukup cairan
6)        Ibu yang tidak mengalami penyakit tertentu tidak ada pantangn dalam hal makan
7)        Makanan yang seimbang,gerak badan,dan udara segar
8)        Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
9)        Jika ibu terlalu gemuk,kurangi makanan sumber zat tenaga
10)    Jika ibu terlalu kurus,tambahkan porsi makan
11)    Hindari alcohol karena dapat berakibat :
Bayi mengalami FAS(fetal alkohol syndrome)dengan  tanda-tanda:
a)    Pertumbuhan lambat
b)   Kepala kecil
c)    Bentuk wajah berubah
d)   Pertumbuhan sel,serta jumlah produksi sel menurun
Adapun kebutuhan makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu menyusui yang dilihat dari porsi makan yang harus dikonsumsi.
Kebutuhan tersebut dapat dilihat dari tabel dibawah ini yang dapat dijadikan sebagai indikasi dari jumlah makanan yang dibutuhkan oleh tubuh yang harus dikonsumsi oleh ibu.







Tabel Kebutuhan Ibu Menyusui

Makanan

Saat tidak hamil dan 4 bln pertama kehamilan

5 bln terkhir kehamilan

Menyusui
Susu (Sapi atau kedelai)
600ml
1200ml
1200ml
Protein hewani : daging matang, ikan atau unggas) atau Protein Nabati: (biji-bijian, kacang-kacangan, produk susu, produk kedelai)



1 porsi



1-2 porsi



3 porsi  atau lebih
Telur
1 butir
1 butir
1 butir
Buah dan sayur yang kaya Vit A (sayuran hijau,atau kuning) brokoli, kailan, kangkung, caisim, labu, wortel,  tomat)



1 porsi



1 porsi



1 porsi
Buah dan sayuran yang kaya Vit C:jeruk-jerukan, tauge, tomat, melon, pepaya, mangga, jambu.



1-2 porsi



2 porsi



3 porsi
Biji-bijian (beras merah, roti, mie

3-4 porsi

3-4 porsi

3 porsi
Mentega, margarin, minyak sayur

Gunakan sacukupnya





BAB III
PENUTUP

A.  SIMPULAN
Status gizi ibu menyusui sangat bergantung pada asupan nutrisi makanan yang dikonsumsi oleh ibu dalam pencapaian kebutuhannya. Status gizi ibu menyusui dipengaruhi oleh prinsip, dan juga faktor yang merupakan acuan dari penilaian status gizi ibu. Pengaruh status gizi bagi ibu menyusui memiliki kontribusi penting dalam kesuksesan produksi ASI yang dilihat dari segi kuantitas, maupun kualitasnya.
Suksesnya proses laktasi dilihat dari kecukupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, karena ibu menyusui memerlukan energi lebih, jadi tidak jarang ibu menyusui sering merasa lapar. Energi yang dimiliki oleh ibu menyusui harus dipergunakan untuk melakukan Biosintesis ASI untuk pemenuhan kebutuhan energi bayi yang diperoleh dari ASI tersebut.
Kekurangan gizi pada ibu dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ibu, maupun bayinya yang berdampak buruk. Kebutuhan kalori, protein, cairan, vitamin dan mineral mesti diperhatikan dalam status gizi ibu selama laktasi yang didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan kuantitas nutrisi penghasil susu.
Dalam menyajikan makanan, ibu harus menyusun makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi kebutuhan ibu. Peran ahli dari yang mengetahui tentang gizi untuk ibu menyusui sangat penting untuk memberikan promosi dan advokasi pada ibu mengenai gizi yang harus didapat oleh ibu. Pendidikan tentang gizi adalah solusi terbaik dalam perbaikan dan pengajaran tentang pengetahuan ibu tentang auspan nutrisi yang harus dikonsumsi dengan memperhatikan nilai gizi pada setiap makanan yang disajikan.   




B.  SARAN
Mutu pelayanan yang efisien mengenai pemerhatian terhadap asupan gizi ibu menyusi merupakan aspek managemen dari asuhan yang mesti dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, khususnya bidan dalam cakupan lingkup pelayanannya agar terciptanya kesejahteraan ibu nifas yang kadang jarang diperhatikan. Oleh karena itu, sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia kesehatan tentu kita harus memberikan kontribusi terhadap perbaikan gizi pada ibu, dengan melakukan asuhan komperhensif dari mulai kehamilannya sampai nifasnya agar dapat terus terkontrol.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar